Senin, 28 Agustus 2017

Bisnis dalam kacamata islam

Ilustrasi. (dakwatuna.com)

dakwatuna.com – Berbicara soal bisnis, siapa sih orang yang tidak akan tergiur dengan keuntungan yang melimpah hanya dengan cara – cara sederhana yang sangat mudah untuk dilakukan. Misalnya dengan memainkan gadget saja di zaman sekarang ini sudah bisa menghasilkan jutaan rupiah bahkan milyaran.

Bisnis banyak dilakukan oleh berbagai kalangan dari anak sekolahan sampai orangtua. Bisnisnya pun beragam, ada kuliner, fashion, jasa, pendidikan dan masih banyak lagi. Bisnis mereka pun dengan latar belakang yang berbeda – beda. Ada yang menjadikan bisnis sebagai penghasilan utamanya, ada yang berbisnis karena memang hobi, ada bisnis yang muncul karena memanfaatkan barang – barang yang bagi sebagian orang sudah tidak bermanfaat tetapi ia modifikasi sehingga barang tersebut memiliki nilai jual dan masih banyak lagi. Dengan menerapkan prinsip ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) atau ATP (Amati Tiru Plek) siapapun bisa menjadi pengusaha.

Zaman sekarang orang maunya apa-apa yang simpel, pesan makanan cepat saji pake jasa antar pula, beli baju udah tinggal ambil gadget buka online shop pilih deh sesuka hati tanpa harus keluar rumah, mau pergi gak ada kendaraan tinggal buka aplikasi pesan deh antar jemput pake aplikasi dengan hanya bermodalkan gadget. Udah deh pokonya zaman sekarang tuh orang udah gak mau ribet sana, ribet sini cuma buat hal sepele. Kalau ada yang lebih praktis kenapa harus milih yang ribet?

Saya adalah termasuk orang yang menggeluti dunia bisnis meskipun belum sesukses para pengusaha yang profitnya sudah milyaran, tetapi setidaknya banyak jejak yang harus saya ikuti dari mereka. Nah, kita sebagai seorang muslim penting nih memilih bisnis mana yang harus kita jalani agar berjalan sesuai dengan syariatNya.

Dalam ilmu ekonomi bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa inggris business dari kata busy yang berarti sibuk dalam konteks individu, komunitas ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keutungan.

Secara etimologis bisnis berarti keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.

Banyak dari kita berpikir bahwa bisnis itu adalah bagaimana kita mendapatkan laba/keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil – kecilnya. Namun dalam pandangan islam bukan seperti itu, kita boleh mencari keuntungan yang sebesar-besarnya tetapi tujuan kita harus tetap satu yaitu menggapai keridhanNya. Untuk apa kita kaya? Bisnis kita sukses? Finansial kita lancar karena bisnis yang kita jalani? Tetapi Allah tidak ridha dengan itu.

Hal pertama yang harus kita perhatikan dalam dalam melakukan bisnis adalah niat. Sebagaimana dalam hadits arba’in yang pertama إنَّمَاالأَعْمَالُ بِاانِّيَاتِ “Sesungguhnya segala perbuatan itu berlandaskan niat..” Ketika niatnya hanya untuk mendapatkan profit yang tinggi ya itulah yang kita dapatkan nantinya, hanya sekadar profi saja. Tetapi ketika kita niatkan dengan bisnis kita Allah ridha dengannya, membuat kita semakin bersyukur dan mendekat padaNya maka insya Allah kita akan mendapatkannya.

Ada sebuah kisah tentang seseorang yang berbisnis pulsa, zaman sekarang berapa sih profit yang didapatkan dari berjualan pulsa? Tidak seberapa mungkin bagi sebagian orang. Tapi disini saya belajar hal yang positif tentang niat. Saya heran mengapa dia mampu bertahan berjualan pulsa dengan profit yang mungkin tidak seberapa, belum lagi ketika ada yang membeli dan membayarnya di akhir. Dia pun bercerita, sebenarnya tidak ada yang membedakan saya dengan penjual pulsa lainnya. Setiap kali ada yang ingin membeli pulsa kepada saya, saya hanya mendoakan kebaikan kepada pelanggan saya. Misalnya ada anak remaja yang membeli pulsa kepada saya, saya berdoa Ya Allah mudahkan urusan orang ini, mudah – mudahan dengan pulsa ini menjadiakan dia mudah untuk menghubungi orangtuanya agar kebahagiaan senantiasa hadir dalam keluarganya. Seperti itualah kira – kira singkat kisahnya.

Betapa indahnya ketika segala sesuatu kita niatkan untuk kebaikan, dalam bisnis kita berinteraksi dengan pelanggan, bertemu dengan banyak orang. Bayangkan jika setiap kali kita bertemu dengan pelanggan lalu saling mendoakan, indah bukan?

Hal yang kedua adalah bermanfaat, bagaimana bisnis yang kita jalani ini bukan hanya sekadar bermanfaat bagi diri kita sendiri namun bagi oranglain. Dengan bisnis kita orang – orang semakin mudah melakukan aktivitasnya, dengan bisnis kita orang – orang semakin dekat dengan Allah. Ada kutipan perkataan dari seorang motivator Edvan M Kautsar dalam bukunya Be a Passionpreneur “Semakin bermanfaat hidup seseorang, maka akan semakin tinggi nilainya di hadapan Tuhan dan manusia.”

Misalnya dalam bisnis dunia pendidikan, seperti bimbingan belajar (bimbel) kita berbagi ilmu yang kita miliki untuk membantu orang lain yang memerlukan ilmu kita. Dalam bisnis transportasi kita membantu orang yang memiliki keterbatasan dalam kendaraan untuk bisa sampai pada tempat tujuannya dengan kendaraan yang kita miliki. Seorang motivator, berusaha memberikan energi positif bagi pesertanya, adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memberikan manfaat bagi oranglain.

Hal yang ketiga adalah sistemnya, bagaimana bisnis yang kita jalani ini bersih dari hal-hal yang dilarang dalam syariat. Sistem keuangan kita terhindar dari riba, barang – barang yang kita perjualbelikan terbebas dari ihtikar dan gharar. Dimana ihtikar adalah penimbunan barang, ketika permintaan naik kita menimbun barang tersebut dan ketika di pasaran barang tersebut langka kita menjual barang tersebut dengan harga yang tinggi, itu dilarang dalam islam. Dan gharar adalah ketidakjelasan, barang yang kita perjualbelikan harus jelas kepemilikannya dan akadnya pun harus jelas apakah sebagai pinjaman, pemberian atau yang lainnya.

Rasulullah adalah seorang pengusaha muslim yang kaya raya beliau mengajarkan umatnya untuk menjadi muslim mandiri yang kaya, namun jangan sampai kita salah mengartikan kaya yang dimaksud, jangan sampai kita menjadikan segala cara dihalalkan hanya untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa prinsip dalam bisnis yang Rasulullah terapkan.

Jujur dalam berbisnis

Kejujuran adalah kunci utama dalam berbisnis, karena kejujurannya Rasulullah mendapat gelar Al – Amin yang memiliki arti terpercaya. Jelaskan apa adanya keadaan barang yang kita jual.

Menghormati pelanggan

Rasulullah memperlakukan pelanggan layaknya saudara yang kita memiliki tanggungjawab untuk membantunya. Inti bisnis yang sesungguhnya adalah kegiatan di mana kita membantu seseorang dalam memecahkan masalahnya.

Menepati janji

Dalam melayani pelanggan kita harus menepati janji, seperti ketika kita membuat deadline pembayaran, sudah seharusnya kita menepatinya sesuai dengan kesepakatan antara kedua pihak

Hanya menjual produk yang berkualitas

Barang yang kita jual adalah barang yang memang layak untuk dijual jangan sampai kita menjual barang yang rusak atau cacat sehingga menimbulkan kerugian bagi pelanggan kita.

Tidak menjelek – jelekkan pesaing

Pesaing dalam dunia bisnis adalah hal yang wajar, ingatlah Allah telah mengatur rezeki setiap hambaNya. Karena pada hakikatnya prinsip bisnis adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan bukan menjatuhkan pesaing.

Jangan sampai bisnis mengganggu aktivitas Ibadah

Bisnis bukanlah semata – mata yang harus dikejar. Ada banyak orang yang melupakan shalat dan bahkan lupa membayar zakat karena sibuk dalam bisnisnya. Justru hal terpenting adalah bagaimana Allah ridha atas apa yang kita kerjakan.

Untuk itu marilah kita menjadi pembisnis muslim yang senantiasa menerapkan sunah – sunahNya dan semoga bisnis yang kita jalani terhindar dari apa yang dilarang dalam syariat.

Wallahu’alam bis shawwab.. 

Rabu, 19 Maret 2014

Aku ke Sana

Hentikan langkah ini yang mulai lelah
Habiskan pencarian yang mulai tak terarah
Tiba lalu tunggu aku sejenak saja
Karena ku susun langkah menuju ke sana
Aku mulai gusar dengan duniaku
Pundak ini letih sendiri dan ingin mengadu
Bilakah adanya ia yang rela bersama berpeluh
Meniti sebuah jalan Nabawi untuk Surga utuh
Jangan lagi pergi ketika kamu tahu tak kembali
Diam saja di situ demi aku jika kamu sudi
Aku kini mulai ke sana sendiri
Tanpa mereka atau siapapun membebani
Bantu aku dan cobalah bersabar sedikit lagi
Izinkan aku selesaikan apa telah ku mulai
Lalu kita hadapi masa kini dan depan nanti
Ketika kelak ku panggilmu dengan Ummi


Kamis, 13 Maret 2014

Tengtang Pernyataan

Ku lupa telah menanam mawar di halamanmu membiarkannya melayu ,
Kamu pun pergi, meninggalkan jejak-jejak kepedihan
Yang pernah ku goreskan di dadamu..
Maka,katakanlah dengan air mata
Tentang keangkuhanku yang tak pernah beranjak
dari hati dan jiwa ,
dEmikianlah..ku akan belajar menyulami lidah dengan jarum kesetiaanku..
akan ku bentangkan kain hasil sulamanku..,
Agar kamu senantiasa mengeja
Ayat-ayat Cinta ku ..

Rabu, 12 Maret 2014

Bekerja Setengah Hati Membuat Hidup tak Berarti

Hidup ini adalah perjuangan! Itu bukan hanya sekadar jargon akan tetapi begitulah adanya kehidupan terlebih lagi di masa kini, di mana segala hal terkadang diukur materi! Semoga bukan kita, bukan kita yang selalu mengukur segalanya dengan sebuah nilai keduniaan yang hakikatnya tak lah lebih dari sehelai sayap nyamuk! Masih ada hal yang lebih pantas untuk dijadikan ukuran agar kehidupan ini jauh lebih berarti. Maka ingatlah akhirat maka kau akan selamat!
Salah satu bentuk perjuangan adalah dengan bekerja, bekerja keras juga cerdas. Tak kalah penting bekerja dengan hati! Hati-hati jadi korupsi. Korupsi itu hal kecil yang terakumulasi menjadi sebuah kejahatan besar! Penjahat manusia yang harus musnah jika ingin aman sentosa kita punya negara! Aha, balik lagi pada soal bekerja! Tulus bekerja karena Allah Rabbul’izzati membuat kita lebih berarti “Sebaik-baiknya usaha adalah usaha tangan seorang pekerja apabila ia mengerjakan dengan tulus”.
Ikhlas harus turut serta menjadi bagian terpenting begitu pula kejujuran. Banyak orang yang pintar sekarang ini, tapi mengenaskan di sisi lain semakin langkah orang jujur!
Berjuang sepenuh hati! Bila hanya setengah hati atau bahkan seperempat asa maka kita akan begitu dekat dengan kegagalan karena kegagalan adalah milik mereka yang melangkahkan setengah hati, tak jelas apa yang dicari (From zero to hero). Lagi pula apa nikmatnya bekerja setengah-setengah, asal-asalan, asal jadi, asal kerja bukankah hasilnya pun tak maksimal. Bukankah Allah mewajibkan kita bekerja profesional “Sesungguhnya Allah mewajibkan kebaikan (Profesionalitas) atas segala sesuatu” (HR.Muslim).
Mungkin perintah ini belum lah cukup untuk membuat kita tersadar dan bangun dari kemalasan bekerja tanpa semangat, maka coba renungkan! Paling tidak baca dengan hati, “Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. At-taubah: 105).
Sekali lagi ingat akhirat bila ingin selamat! Saat di Padang Mahsyar nanti, kita akan dipertontonkan semua adegan-adegan yang pernah kita lakoni di dunia ini. Semua perbuatan-perbuatan yang sudah kita perbuat tak kan luput bahkan kejahatan sekecil biji kurma.
Setiap kali kita dilanda lelah, pikiran penat, kerjaan numpuk bikin mumet. Kerja lembur! Dari pagi sampai malam. Sungguh pelu. Akan tetapi bersyukurlah, kita masih memiliki pekerjaan! Coba kita tengok! Pengangguran yang masih berkutat pada kabar lowongan? Atau susahnya orang-orang yang mencari nafkah dengan cara halal akan tetapi harus dibayar dengan hasil yang tak seimbang!
Oleh karena demikianlah betapa patutnya kita mencintai pekerjaan kita. Pekerjaan yang kita jalani karena Allah tidak akan membuat kita terjebak pada rutinitas, sungguh berarti, memaknai dan memaksimalkan usaha kita agar bertambah berkah. Seorang motivator kenamaan Marpaung dalam bukunya Fulfilling Life membagi bekerja dalam tiga tingkatan besar, pada akhirnya semoga kita mampu mengklasifikasikan diri kita pada tingkatan mana? Hingga kita selalu mampu meledakkan potensi dan menjalani setiap pekerjaan dengan ikhlas tanpa pamrih, paling tidak gajih! Yakni occupation, professional, dan vacation.
Occupation berarti seseorang bekerja hanya untuk menghabiskan waktu dan memperoleh sejumlah uang. Baginya tidak penting apakah naik jabatan, karier, maupun penghargaan lainnya. Tipe pekerja seperti ini yang penting asal gaji berkala. Karyawan pada tingkatan ini tindakan pertama yang dilakukan begitu masuk kantor bukannya langsung bekerja, melainkan mengobrol sana-sini, membuat mie instan untuk sarapan atau berbagi makanan yang dibawa untuk sarapan bersama.
Lain lagi karyawan yang masuk pada tingkatan professional. Mereka tidak hanya menunaikan kewajiban dan rutinitas harian, melainkan juga berfikir bagaimana agar apa yang dilakukannya setiap hari meningkat kualitasnya. Panggilan pekerjaan baginya bukan hanya sekadar untuk mendapatkan gaji dalam rangka memenuhi kebutuhannya, melainkan berusaha terus-menerus meningkatkan kompetensi diri, bahkan hingga di luar disiplin ilmunya. Tingkatan yang paling tinggi dalam bekerja adalah vacation, bagi mereka yang sudah menapak di tahap ini, beraktivitas bukan lagi suatu pekerjaan (working), melainkan sudah merupakan panggilan (calling) hati.
“Tuhan lebih tahu diriku daripada diriku sendiri, dan aku lebih mengetahui diriku daripada kalian…” Maka nilai diri kita pada tingkatan mana kita berada serta pikirkan dalam-dalam, memuhasabah diri sebelum kelak kita di hisab akan segala tingkah dan laku yang pernah dibuat. Pekerja sejati melakukan pekerjaannya dengan seluruh kemampuan diri dan hati! Tunggu apalagi? Yuk, perbaiki diri, tingkatkan ibadah kerja! Bekerja kreatif, bekerja produktif. Akhirat di hati, dunia tergenggam di tangan. Bekerja setengah hati membuat hidup tak berarti.

Minggu, 02 Maret 2014

Tentang Alasan PLN Memadamkan Listrik

Kita semua tau kan sama "Pemadaman Bergilir" itu semua dilakukan oleh PLN ( Perusahaan Listrik Negara), Kenapa PLN melakukan itu? Pasti beberapa diantara kita ada yang belum tau kan?

Pada dasarnya suatu sistem ketenagalistrikan, dari yang berskala kecil seperti jaringan distribusi ke yang berskala besar seperti instalasi jaringan transmisi atau Gardu Induk, harus dapat beroprasi secara berkesinambungan dengan normaal tanpa adanya gangguan. Namun seringkali gangguan tidak dapat dihindari.


Gangguan tersebut dapat di sebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

Human Error gangguan yang timbul akibat kesalahan operator dalam pengoperasian yang tidak sesuai dengan prosedur atau SOP yang telah ditetapkan


Internal/System Error gangguan yang timbul dari dalam sistem, contohnya seperti faktor arus berlebihan, usia peralatan atau komponen listrik atau tegangan berlebihan yang mengakibatkan kerusakan isolasi peralatan kelistrikan

External Error gangguan yang datang dari luar sistem, seperti faktor cuacaa dan alam. Contohnya seperti pohon tumbang, petir, gempa, banjir, aktivitas hewan atau kecelakaan kendaraan bermotor

Sedangkan gangguan sistem tenaga listrik menurut sifat dan penyebabnya, yaitu:

Hubungan singkat dapat terjadi apabila kualitas isolator tidak memenuhi standar atau syarat yang telah ditetapkan, dapat disebabkan oleh faktor mekanis, usia isolator dan daya isolasi bahan isolator tersebut

Beban lebih terjadi karena memang keadaan pembangkit yang kurang dari kebutuhan beban aktualnya

Tegangan lebih dapat membahayakan isolasi peralatan atau komponen kelistrikan yang di Gardu Induk atau instalasi listrik lainnya

Gangguan stabilitas dapat terjadi apabila terjadi hubungan singkat arus listrik yang terlalu lama .

Minggu, 24 November 2013

5 amalan islam tentang kesehatan


1. Mandi pagi sebelum subuh atau sekurang-kurangnya sejam
Rasulullah Saw bersabda :

“Berpagi-pagilah mencari rezeki, karena berpagi-pagi itu membawa berkah dan menghasilkan kemenangan. Jangansampai ayam jantan lebih cerdas darimu.Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari terbit.”
banyak sekali pendapat yang mendukun. kemudian apa sih manfaatnya ?

Ada 7 manfaat mandi pagi :

1. Mandi pagi mampu melancarkan peredaran darah.
2. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih
3. Mandi dengan air dingin bias menurunkan resiko darah tinggi.
4. Mandi dengan air dingin dapat meningkatkan kesuburan
5. Mandi pagi memperbaiki kesehatan jaringan tubuh
6.Mandi pagi dengan air dingin dapat membuat rambut lebihsehat
7.Mandi air dingin berkhasiat meredakan depresi
8. mengurangi lemak yang terkumpul

Kebiasaan mandi di saat fajar memiliki pengaruh besar pula bagi kesehatan jaringan tubuh manusia .Jaringan kulit akan semakin baik, kulit tidak kering namun kulit akan menjadi lebih kenyal. Mandi saat fajar juga berpengaruh pada kejiwaan, kebiasaan mandi seperti ini memiliki efek relaksasi pada tubuh.Tubuh akan menjadi lebih rileks dan pikiran pun menjadi tenang.

2. minum segelas air sejuk

Rasulullah SAW mengamalkan minum segelas air sejuk ( bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya insyaallah jauh dari penyakit ( susah terserang penyakit )

3. waktu sholat subuh disunahkan bertafakur

bertafakur yaitu sujud sekurang-kurangnya 1 menit selepas membaca doa. dapat mengelak dari sakit kepala, pening, dan migran.

penelitian para saintis yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu sujud. ahli-ahli telah menemukan beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.

4. melarang makan-makanan darah bercampur dengan makanan laut.

nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama ayam dalam satu makanan dikhawatirkan akan cepat mendapat penyakit ini terbukti oleh saintis yang menemukan dimana dalam badan ayam mengandung ion+ ve, manakala dalam ikan mengandung ino - ve, jika dalam suapan ayam bercampur dengan ikan maka terjadi tindak balas biokimia yang terhasil yang bisa merusak usus kita. orang yahudi bahkan sudah menerapkan yaitu tidak memakan ikan bercampur dengan ayam.

5. makan dengan tangan kanan

nabi juga mengajarkan kita makan dengan tangan kanan dan bila habis hendaklah menjilat jari-jemari. begitu juga para ahli telah menemukan enzim banyak terkandung di celah jari. yaitu 10 kali lipat terdapat dalam air liur.

Kamis, 31 Oktober 2013

JOSH (Jomblo Sampai Halal)

Menjelang malam, sepulang shalat Maghrib dari Masjid Al-Hasanah, salah satu masjid di kampus Kedinasan Jakarta Timur, Saya dan sahabat sekontrakan, Si Juki, berjalan melewati sudut-sudut lorong Kebon Nanas Selatan. Ketika menyusuri gang Macan, Kami temui pemuda-pemudi yang sedang berduaan. Bukan hal asing lagi jika kita menjumpai sepasang pemuda-pemudi di gang ini. Yup, berduaan di teras kontrakan. Keduanya sedang serius mengobrolkan sesuatu yang sepertinya sangat penting. Sesekali, dihiasi canda tawa yang terlihat dari senyuman keduanya yang begitu merekah.
Ketika Kami berpapasan dengan sepasang merpati tersebut, terdengar sapaan dari seorang pria dengan senyuman seolah menyimpan rasa malu, “Assalamu’alaikum, Kak!”. Terlihat pula mimik wajah mesam-mesem dari cewek di sebelahnya.
Serentak Kami menjawab “Wa’alaikumsalamwaromatulloh”, sembari melemparkan balasan senyuman ke mereka. Oh, ternyata dia adalah adik kelas Kami. Salah satu budaya di kampus Kami adalah tegur-sapa jika bersua dengan sesama mahasiswa yang se-almamater, baik di saat berada di dalam kampus ataupun ketika berjumpa di luar kampus. Budaya yang saat ini jarang dijumpai dan patut dilestarikan tidak hanya dengan yang se-almamater.
Tanpa berpanjang kalam Kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kontrakan Kami yang tidak jauh lagi.
Tiba-tiba Si Juki nyelethuk “Berani banget ya anak sekarang, Ron?”.
“Maksudmu apa, Ki?” Saya menimpali. Dari gurat wajah Si Juki menunjukkan keseriusan.
“Lihat kejadian tadi, ga? Mereka cuek banget saat lihat Kita lewat.”
“Bukannya tadi mereka memberi salam ke Kita?” balasku.
“Iya, ngerti. Tapi bukan itu yang ana maksud.” dengan logat Arab yang sok fasihnya.
“Terus?” Saya semakin penasaran.
Dengan nada yang tinggi Si Juki berucap “kamu lihat ga sih, tadi mereka cuma berdua cewek-cowok duduk di teras kontrakan. Apa mereka ga malu? Mereka mengira seolah-olah kita senang dengan hal seperti itu. Atau kita sudah tidak dihargai lagi?”
Dari nada yang diucapkannya sepertinya Juki sangat kesal dengan peristiwa tadi. Maklum, Dia salah satu pentolan ADK di kampus kami. Begitu pula pengalamannya saat di SMP dan SMA, telah membentuk pola pikirnya sehingga Dia sangat alergi dengan ikhtilath (campur baur).
“Oh, itu. Santailah lah, bro. Mungkin saja mereka sedang mengerjakan tugas kuliah.” saya mencoba mendinginkan suasana dengan bahasa yang lagi nge-trend di kalangan muda saat ini.
“Kerja tugas kok mepet banget.” Juki membalas.
“Bisa jadi mereka berdua adalah saudara?” jawabku yang tengah berusaha husnuzhon.
“Saudara kok ga ada miripnya sama sekali, yang satu mantulin cahaya satunya lagi nyerap,” selang waktu kemudian Juki melanjutkan “LhoAntum kok jadi belain mereka, sih. Jangan-jangan Antum sepakat, ya?”
Astaghfirullah, Kamu jangan su’udzon dulu, ya! Bukannya Allah memerintahkan kita untuk menjauhi prasangka, karena sebagian dari prasangka adalah keburukan. Lagipula mereka juga masih saudara kita, kan?” Saya menegaskan.
Afwan Akhiana paham. Cuma ana sangat dongkolbanget kenapa akhir-akhir ini peristiwa semacam ini sangat sering ana jumpai. Bahkan saudara yang saya anggap tsiqah saat ini pun terjerumus dengan hal yang serupa. Ana begitu miris” balas Juki.
“Saya salut sama Kamu, bro. Kamu sangat perhatian dengan saudaramu. Saya juga sangat sedih kalau saudara-saudara kita saat ini banyak yang terjerumus ka sarana mendekati zina ini. Bagaimana tidak? Pintu peluang untuk melakukan keburukan semuanya terbuka. Saat makan, teringat si Dia. Mau tidur, terbayang wajahnya. Pas takbir, eh nongol lagi parasnya. Ketika sujud, dia lagi-dia lagi. Saat sedang sendiri, selalu ingin bersua dengannya, padahal baru se menit berpisah. Kalau belum halal, ini kan masuk zina hati.” jelasku.
Naam Akhi. Saat sedang bersama selalu ingin menatap wajahnya. Semua keindahan serasa ada padanya. Pokoknya tidak pingin berpisah, apalagi lama-lama. Meskipun sebenarnya sudah tak tahan kebelet mau ke belakang, apa daya tidak di izinkan. Astaghfirullah, itu juga kan zina mata. Semakin lama bersama, bisikan itu semakin kuat. Berikutnya (maaf) kemaluanlah yang menolak atau mengiyakan.” Juki menanggapi.
Na’udzubillah, Semoga Allah memberi hidayah dan menjaga saudara-saudara Kita tersebut agar tidak terjebak ke zina sesungguhnya.” Saya membalas.
Na’am Akhi, Amin Ya Allah. Semoga Allah menjaga kita untuk tetap menjadi ikhwan JOSH” celetus Si Juki.
“JOSH? Kayak nama minuman suplemen aja?” tanyaku penasaran.
“Iya, JOSH. Ga gaul banget sih Antum?” timpalnya.
“Hihihi, Sorry. Saya kan anak pingitan.” jawabku sembari terkaget karena jarang-jarang Si Juki ngomong bahasa prokem.
“Ampun dah, anak pingitan? Ga salah?” ucapnya sambil mencibir “JOSH itu Jomblo Sampe Halal“ dia melanjutkan.
“Amin, Ya Robb” jawab kami serentak dengan wajah girang.
“Hehehe, Bisa aja kamu, Ki” saya menambahkan.
Tidak terasa ternyata pembicaraan ini telah mengantarkan Kami di depan kontrakan. Kontrakan yang dihuni para ikhwan JOSH. Alhamdulillah, lingkunganlah yang membuat Kami selalu di jaga oleh Allah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada Kita untuk kembali kepada-Nya.
Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Selama Kita memahami dampak negatifnya, menyesali tindakannya dan memohon ampun kepada-Nya, serta tidak mengulangi perbuatan tersebut serta bergaul dengan orang-orang yang menjauhinya, Insya Allah Dia akan membukakan jalan kepada kita.