Rabu, 19 Maret 2014

Aku ke Sana

Hentikan langkah ini yang mulai lelah
Habiskan pencarian yang mulai tak terarah
Tiba lalu tunggu aku sejenak saja
Karena ku susun langkah menuju ke sana
Aku mulai gusar dengan duniaku
Pundak ini letih sendiri dan ingin mengadu
Bilakah adanya ia yang rela bersama berpeluh
Meniti sebuah jalan Nabawi untuk Surga utuh
Jangan lagi pergi ketika kamu tahu tak kembali
Diam saja di situ demi aku jika kamu sudi
Aku kini mulai ke sana sendiri
Tanpa mereka atau siapapun membebani
Bantu aku dan cobalah bersabar sedikit lagi
Izinkan aku selesaikan apa telah ku mulai
Lalu kita hadapi masa kini dan depan nanti
Ketika kelak ku panggilmu dengan Ummi


Kamis, 13 Maret 2014

Tengtang Pernyataan

Ku lupa telah menanam mawar di halamanmu membiarkannya melayu ,
Kamu pun pergi, meninggalkan jejak-jejak kepedihan
Yang pernah ku goreskan di dadamu..
Maka,katakanlah dengan air mata
Tentang keangkuhanku yang tak pernah beranjak
dari hati dan jiwa ,
dEmikianlah..ku akan belajar menyulami lidah dengan jarum kesetiaanku..
akan ku bentangkan kain hasil sulamanku..,
Agar kamu senantiasa mengeja
Ayat-ayat Cinta ku ..

Rabu, 12 Maret 2014

Bekerja Setengah Hati Membuat Hidup tak Berarti

Hidup ini adalah perjuangan! Itu bukan hanya sekadar jargon akan tetapi begitulah adanya kehidupan terlebih lagi di masa kini, di mana segala hal terkadang diukur materi! Semoga bukan kita, bukan kita yang selalu mengukur segalanya dengan sebuah nilai keduniaan yang hakikatnya tak lah lebih dari sehelai sayap nyamuk! Masih ada hal yang lebih pantas untuk dijadikan ukuran agar kehidupan ini jauh lebih berarti. Maka ingatlah akhirat maka kau akan selamat!
Salah satu bentuk perjuangan adalah dengan bekerja, bekerja keras juga cerdas. Tak kalah penting bekerja dengan hati! Hati-hati jadi korupsi. Korupsi itu hal kecil yang terakumulasi menjadi sebuah kejahatan besar! Penjahat manusia yang harus musnah jika ingin aman sentosa kita punya negara! Aha, balik lagi pada soal bekerja! Tulus bekerja karena Allah Rabbul’izzati membuat kita lebih berarti “Sebaik-baiknya usaha adalah usaha tangan seorang pekerja apabila ia mengerjakan dengan tulus”.
Ikhlas harus turut serta menjadi bagian terpenting begitu pula kejujuran. Banyak orang yang pintar sekarang ini, tapi mengenaskan di sisi lain semakin langkah orang jujur!
Berjuang sepenuh hati! Bila hanya setengah hati atau bahkan seperempat asa maka kita akan begitu dekat dengan kegagalan karena kegagalan adalah milik mereka yang melangkahkan setengah hati, tak jelas apa yang dicari (From zero to hero). Lagi pula apa nikmatnya bekerja setengah-setengah, asal-asalan, asal jadi, asal kerja bukankah hasilnya pun tak maksimal. Bukankah Allah mewajibkan kita bekerja profesional “Sesungguhnya Allah mewajibkan kebaikan (Profesionalitas) atas segala sesuatu” (HR.Muslim).
Mungkin perintah ini belum lah cukup untuk membuat kita tersadar dan bangun dari kemalasan bekerja tanpa semangat, maka coba renungkan! Paling tidak baca dengan hati, “Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. At-taubah: 105).
Sekali lagi ingat akhirat bila ingin selamat! Saat di Padang Mahsyar nanti, kita akan dipertontonkan semua adegan-adegan yang pernah kita lakoni di dunia ini. Semua perbuatan-perbuatan yang sudah kita perbuat tak kan luput bahkan kejahatan sekecil biji kurma.
Setiap kali kita dilanda lelah, pikiran penat, kerjaan numpuk bikin mumet. Kerja lembur! Dari pagi sampai malam. Sungguh pelu. Akan tetapi bersyukurlah, kita masih memiliki pekerjaan! Coba kita tengok! Pengangguran yang masih berkutat pada kabar lowongan? Atau susahnya orang-orang yang mencari nafkah dengan cara halal akan tetapi harus dibayar dengan hasil yang tak seimbang!
Oleh karena demikianlah betapa patutnya kita mencintai pekerjaan kita. Pekerjaan yang kita jalani karena Allah tidak akan membuat kita terjebak pada rutinitas, sungguh berarti, memaknai dan memaksimalkan usaha kita agar bertambah berkah. Seorang motivator kenamaan Marpaung dalam bukunya Fulfilling Life membagi bekerja dalam tiga tingkatan besar, pada akhirnya semoga kita mampu mengklasifikasikan diri kita pada tingkatan mana? Hingga kita selalu mampu meledakkan potensi dan menjalani setiap pekerjaan dengan ikhlas tanpa pamrih, paling tidak gajih! Yakni occupation, professional, dan vacation.
Occupation berarti seseorang bekerja hanya untuk menghabiskan waktu dan memperoleh sejumlah uang. Baginya tidak penting apakah naik jabatan, karier, maupun penghargaan lainnya. Tipe pekerja seperti ini yang penting asal gaji berkala. Karyawan pada tingkatan ini tindakan pertama yang dilakukan begitu masuk kantor bukannya langsung bekerja, melainkan mengobrol sana-sini, membuat mie instan untuk sarapan atau berbagi makanan yang dibawa untuk sarapan bersama.
Lain lagi karyawan yang masuk pada tingkatan professional. Mereka tidak hanya menunaikan kewajiban dan rutinitas harian, melainkan juga berfikir bagaimana agar apa yang dilakukannya setiap hari meningkat kualitasnya. Panggilan pekerjaan baginya bukan hanya sekadar untuk mendapatkan gaji dalam rangka memenuhi kebutuhannya, melainkan berusaha terus-menerus meningkatkan kompetensi diri, bahkan hingga di luar disiplin ilmunya. Tingkatan yang paling tinggi dalam bekerja adalah vacation, bagi mereka yang sudah menapak di tahap ini, beraktivitas bukan lagi suatu pekerjaan (working), melainkan sudah merupakan panggilan (calling) hati.
“Tuhan lebih tahu diriku daripada diriku sendiri, dan aku lebih mengetahui diriku daripada kalian…” Maka nilai diri kita pada tingkatan mana kita berada serta pikirkan dalam-dalam, memuhasabah diri sebelum kelak kita di hisab akan segala tingkah dan laku yang pernah dibuat. Pekerja sejati melakukan pekerjaannya dengan seluruh kemampuan diri dan hati! Tunggu apalagi? Yuk, perbaiki diri, tingkatkan ibadah kerja! Bekerja kreatif, bekerja produktif. Akhirat di hati, dunia tergenggam di tangan. Bekerja setengah hati membuat hidup tak berarti.

Minggu, 02 Maret 2014

Tentang Alasan PLN Memadamkan Listrik

Kita semua tau kan sama "Pemadaman Bergilir" itu semua dilakukan oleh PLN ( Perusahaan Listrik Negara), Kenapa PLN melakukan itu? Pasti beberapa diantara kita ada yang belum tau kan?

Pada dasarnya suatu sistem ketenagalistrikan, dari yang berskala kecil seperti jaringan distribusi ke yang berskala besar seperti instalasi jaringan transmisi atau Gardu Induk, harus dapat beroprasi secara berkesinambungan dengan normaal tanpa adanya gangguan. Namun seringkali gangguan tidak dapat dihindari.


Gangguan tersebut dapat di sebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

Human Error gangguan yang timbul akibat kesalahan operator dalam pengoperasian yang tidak sesuai dengan prosedur atau SOP yang telah ditetapkan


Internal/System Error gangguan yang timbul dari dalam sistem, contohnya seperti faktor arus berlebihan, usia peralatan atau komponen listrik atau tegangan berlebihan yang mengakibatkan kerusakan isolasi peralatan kelistrikan

External Error gangguan yang datang dari luar sistem, seperti faktor cuacaa dan alam. Contohnya seperti pohon tumbang, petir, gempa, banjir, aktivitas hewan atau kecelakaan kendaraan bermotor

Sedangkan gangguan sistem tenaga listrik menurut sifat dan penyebabnya, yaitu:

Hubungan singkat dapat terjadi apabila kualitas isolator tidak memenuhi standar atau syarat yang telah ditetapkan, dapat disebabkan oleh faktor mekanis, usia isolator dan daya isolasi bahan isolator tersebut

Beban lebih terjadi karena memang keadaan pembangkit yang kurang dari kebutuhan beban aktualnya

Tegangan lebih dapat membahayakan isolasi peralatan atau komponen kelistrikan yang di Gardu Induk atau instalasi listrik lainnya

Gangguan stabilitas dapat terjadi apabila terjadi hubungan singkat arus listrik yang terlalu lama .

Minggu, 24 November 2013

5 amalan islam tentang kesehatan


1. Mandi pagi sebelum subuh atau sekurang-kurangnya sejam
Rasulullah Saw bersabda :

“Berpagi-pagilah mencari rezeki, karena berpagi-pagi itu membawa berkah dan menghasilkan kemenangan. Jangansampai ayam jantan lebih cerdas darimu.Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari terbit.”
banyak sekali pendapat yang mendukun. kemudian apa sih manfaatnya ?

Ada 7 manfaat mandi pagi :

1. Mandi pagi mampu melancarkan peredaran darah.
2. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih
3. Mandi dengan air dingin bias menurunkan resiko darah tinggi.
4. Mandi dengan air dingin dapat meningkatkan kesuburan
5. Mandi pagi memperbaiki kesehatan jaringan tubuh
6.Mandi pagi dengan air dingin dapat membuat rambut lebihsehat
7.Mandi air dingin berkhasiat meredakan depresi
8. mengurangi lemak yang terkumpul

Kebiasaan mandi di saat fajar memiliki pengaruh besar pula bagi kesehatan jaringan tubuh manusia .Jaringan kulit akan semakin baik, kulit tidak kering namun kulit akan menjadi lebih kenyal. Mandi saat fajar juga berpengaruh pada kejiwaan, kebiasaan mandi seperti ini memiliki efek relaksasi pada tubuh.Tubuh akan menjadi lebih rileks dan pikiran pun menjadi tenang.

2. minum segelas air sejuk

Rasulullah SAW mengamalkan minum segelas air sejuk ( bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya insyaallah jauh dari penyakit ( susah terserang penyakit )

3. waktu sholat subuh disunahkan bertafakur

bertafakur yaitu sujud sekurang-kurangnya 1 menit selepas membaca doa. dapat mengelak dari sakit kepala, pening, dan migran.

penelitian para saintis yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu sujud. ahli-ahli telah menemukan beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.

4. melarang makan-makanan darah bercampur dengan makanan laut.

nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama ayam dalam satu makanan dikhawatirkan akan cepat mendapat penyakit ini terbukti oleh saintis yang menemukan dimana dalam badan ayam mengandung ion+ ve, manakala dalam ikan mengandung ino - ve, jika dalam suapan ayam bercampur dengan ikan maka terjadi tindak balas biokimia yang terhasil yang bisa merusak usus kita. orang yahudi bahkan sudah menerapkan yaitu tidak memakan ikan bercampur dengan ayam.

5. makan dengan tangan kanan

nabi juga mengajarkan kita makan dengan tangan kanan dan bila habis hendaklah menjilat jari-jemari. begitu juga para ahli telah menemukan enzim banyak terkandung di celah jari. yaitu 10 kali lipat terdapat dalam air liur.

Kamis, 31 Oktober 2013

JOSH (Jomblo Sampai Halal)

Menjelang malam, sepulang shalat Maghrib dari Masjid Al-Hasanah, salah satu masjid di kampus Kedinasan Jakarta Timur, Saya dan sahabat sekontrakan, Si Juki, berjalan melewati sudut-sudut lorong Kebon Nanas Selatan. Ketika menyusuri gang Macan, Kami temui pemuda-pemudi yang sedang berduaan. Bukan hal asing lagi jika kita menjumpai sepasang pemuda-pemudi di gang ini. Yup, berduaan di teras kontrakan. Keduanya sedang serius mengobrolkan sesuatu yang sepertinya sangat penting. Sesekali, dihiasi canda tawa yang terlihat dari senyuman keduanya yang begitu merekah.
Ketika Kami berpapasan dengan sepasang merpati tersebut, terdengar sapaan dari seorang pria dengan senyuman seolah menyimpan rasa malu, “Assalamu’alaikum, Kak!”. Terlihat pula mimik wajah mesam-mesem dari cewek di sebelahnya.
Serentak Kami menjawab “Wa’alaikumsalamwaromatulloh”, sembari melemparkan balasan senyuman ke mereka. Oh, ternyata dia adalah adik kelas Kami. Salah satu budaya di kampus Kami adalah tegur-sapa jika bersua dengan sesama mahasiswa yang se-almamater, baik di saat berada di dalam kampus ataupun ketika berjumpa di luar kampus. Budaya yang saat ini jarang dijumpai dan patut dilestarikan tidak hanya dengan yang se-almamater.
Tanpa berpanjang kalam Kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kontrakan Kami yang tidak jauh lagi.
Tiba-tiba Si Juki nyelethuk “Berani banget ya anak sekarang, Ron?”.
“Maksudmu apa, Ki?” Saya menimpali. Dari gurat wajah Si Juki menunjukkan keseriusan.
“Lihat kejadian tadi, ga? Mereka cuek banget saat lihat Kita lewat.”
“Bukannya tadi mereka memberi salam ke Kita?” balasku.
“Iya, ngerti. Tapi bukan itu yang ana maksud.” dengan logat Arab yang sok fasihnya.
“Terus?” Saya semakin penasaran.
Dengan nada yang tinggi Si Juki berucap “kamu lihat ga sih, tadi mereka cuma berdua cewek-cowok duduk di teras kontrakan. Apa mereka ga malu? Mereka mengira seolah-olah kita senang dengan hal seperti itu. Atau kita sudah tidak dihargai lagi?”
Dari nada yang diucapkannya sepertinya Juki sangat kesal dengan peristiwa tadi. Maklum, Dia salah satu pentolan ADK di kampus kami. Begitu pula pengalamannya saat di SMP dan SMA, telah membentuk pola pikirnya sehingga Dia sangat alergi dengan ikhtilath (campur baur).
“Oh, itu. Santailah lah, bro. Mungkin saja mereka sedang mengerjakan tugas kuliah.” saya mencoba mendinginkan suasana dengan bahasa yang lagi nge-trend di kalangan muda saat ini.
“Kerja tugas kok mepet banget.” Juki membalas.
“Bisa jadi mereka berdua adalah saudara?” jawabku yang tengah berusaha husnuzhon.
“Saudara kok ga ada miripnya sama sekali, yang satu mantulin cahaya satunya lagi nyerap,” selang waktu kemudian Juki melanjutkan “LhoAntum kok jadi belain mereka, sih. Jangan-jangan Antum sepakat, ya?”
Astaghfirullah, Kamu jangan su’udzon dulu, ya! Bukannya Allah memerintahkan kita untuk menjauhi prasangka, karena sebagian dari prasangka adalah keburukan. Lagipula mereka juga masih saudara kita, kan?” Saya menegaskan.
Afwan Akhiana paham. Cuma ana sangat dongkolbanget kenapa akhir-akhir ini peristiwa semacam ini sangat sering ana jumpai. Bahkan saudara yang saya anggap tsiqah saat ini pun terjerumus dengan hal yang serupa. Ana begitu miris” balas Juki.
“Saya salut sama Kamu, bro. Kamu sangat perhatian dengan saudaramu. Saya juga sangat sedih kalau saudara-saudara kita saat ini banyak yang terjerumus ka sarana mendekati zina ini. Bagaimana tidak? Pintu peluang untuk melakukan keburukan semuanya terbuka. Saat makan, teringat si Dia. Mau tidur, terbayang wajahnya. Pas takbir, eh nongol lagi parasnya. Ketika sujud, dia lagi-dia lagi. Saat sedang sendiri, selalu ingin bersua dengannya, padahal baru se menit berpisah. Kalau belum halal, ini kan masuk zina hati.” jelasku.
Naam Akhi. Saat sedang bersama selalu ingin menatap wajahnya. Semua keindahan serasa ada padanya. Pokoknya tidak pingin berpisah, apalagi lama-lama. Meskipun sebenarnya sudah tak tahan kebelet mau ke belakang, apa daya tidak di izinkan. Astaghfirullah, itu juga kan zina mata. Semakin lama bersama, bisikan itu semakin kuat. Berikutnya (maaf) kemaluanlah yang menolak atau mengiyakan.” Juki menanggapi.
Na’udzubillah, Semoga Allah memberi hidayah dan menjaga saudara-saudara Kita tersebut agar tidak terjebak ke zina sesungguhnya.” Saya membalas.
Na’am Akhi, Amin Ya Allah. Semoga Allah menjaga kita untuk tetap menjadi ikhwan JOSH” celetus Si Juki.
“JOSH? Kayak nama minuman suplemen aja?” tanyaku penasaran.
“Iya, JOSH. Ga gaul banget sih Antum?” timpalnya.
“Hihihi, Sorry. Saya kan anak pingitan.” jawabku sembari terkaget karena jarang-jarang Si Juki ngomong bahasa prokem.
“Ampun dah, anak pingitan? Ga salah?” ucapnya sambil mencibir “JOSH itu Jomblo Sampe Halal“ dia melanjutkan.
“Amin, Ya Robb” jawab kami serentak dengan wajah girang.
“Hehehe, Bisa aja kamu, Ki” saya menambahkan.
Tidak terasa ternyata pembicaraan ini telah mengantarkan Kami di depan kontrakan. Kontrakan yang dihuni para ikhwan JOSH. Alhamdulillah, lingkunganlah yang membuat Kami selalu di jaga oleh Allah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada Kita untuk kembali kepada-Nya.
Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Selama Kita memahami dampak negatifnya, menyesali tindakannya dan memohon ampun kepada-Nya, serta tidak mengulangi perbuatan tersebut serta bergaul dengan orang-orang yang menjauhinya, Insya Allah Dia akan membukakan jalan kepada kita.

Jomblo Keren

Subhanallah, melihat ada pria-pria yang konsisten menjaga harga dirinya untuk tetap menjomblo hingga ia menikah. Jomblo bukan karena tidak laku atau terlalu pilih-pilih, mungkin ada beberapa hal yang belum bisa mewujudkan niatnya untuk mempersunting seorang wanita. Karena menjaga kesucian bukan hanya di wajibkan bagi seorang wanita tapi juga untuk pria.
Sebenarnya bagi pria yang jomblo, banyak sekali keuntungan yang didapat. Misalnya, ketika berpacaran ia harus banyak berkorban untuk wanita yang belum tentu menjadi istrinya kelak maka jika ia memilih jomblo hal tersebut bisa di hindarkan. Sangat lumrah jika berpacaran, pihak yang banyak berkorban secara materi adalah pria, harus antar jemput ke sana kemari layaknya tukang ojek, menyia-nyiakan waktu dengan sang pacar dengan dalih untuk perkenalan pribadi padahal tak lain sedang menumpuk timbunan dosa. Sebuah kesia-siaan.
QS. Al Mu’minun, 1-3:
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) yang khusyu’ dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”
Bukan hanya itu, waktu yang di habiskan dengan sang pacar kadang lebih banyak di banding dengan orangtua, padahal pria walaupun telah menikah tetap bertanggung jawab terhadap orang tuanya. Beda dengan wanita, yang kepatuhan kepada orang tuanya terputus tatkala menikah. Maka saat jomblo bisa di gunakan untuk lebih mencurahkan kasih sayang kepada orangtua.
Karena seorang pria akan menjadi imam terhadap keluarga barunya kelak, maka saat jomblo bisa di manfaatkan untuk memperdalam ilmu agama guna persiapan menuju pernikahan kelak. Bukan menghabiskan waktu sia-sia dengan berpacaran. Juga, saat jomblo bisa di gunakan untuk persiapan materi untuk menghidupi keluarga barunya. Bukan malah menghambur-hamburkan uang untuk wanita yang belum tentu menjadi jodohnya.
Jangan merasa tidak pede ketika memilih jomblo sebelum menikah. Toh, kita sekarang berada pada jalur yang tepat. Justru mereka yang masih pacaran seharusnya malu, melanggar perintah Allah kok pede-pede saja.
Kita sebenarnya jauh lebih cerdas di banding mereka yang berpacaran. Kita bisa memanfaatkan waktu luang untuk menekuni hobi kita, melakukan hal-hal yang belum tentu bisa di lakukan ketika sudah menikah. Bukan tenggelam dalam problematika orang pacaran yang tidak jelas juntrungannya. Belum menikah saja sudah heboh dengan masalahnya, gimana jika sudah menikah.
Pacaran tidak menjamin kedua belah pihak saling mengenal pribadi masing-masing. Hanya kepalsuan yang terlihat, saling ingin terlihat baik.
Seorang pria sejati tidak akan menembak wanita untuk menjadi pacarnya. Kenapa? Karena hal itu menandakan seorang pria belum siap menerima tanggung jawab, hanya sekedar main-main saja. Jika memang dia pria sejati, dia akan langsung melamar wanita pilihannya untuk di jadikannya sebagai istri.
Serahkan saja kepada Allah masalah jodoh, biar Allah yang menunjukkan bagaimana ikhtiar yang harus kita lakukan. Karena petunjuk Allah adalah sebaik-baik jalan, maka ikutilah jalan itu. Meskipun terlihat asing dan menimbulkan kontroversi, abaikan saja. Kita benar di hadapan Allah. Selanjutnya pasrahkan jodoh yang terbaik untuk kita kepada Allah.
Tak perlu takut tidak kebagian jodoh, karena tiap kita di ciptakan berpasang-pasangan. Berprasangka baik saja kepada Allah untuk di berikan pendamping yang shalihah. Karena yang baik pasti akan mendapatkan yang baik. Itu janji Allah.
Allahua’lam.